Sakit di Perut Bagian Kanan Bawah? Segera Lakukan Diagnosis Usus Buntu

Kesehatan

Setiap orang pasti pernah mengalami gangguan kesehatan. Salah satunya adalah gangguan saluran pencernaan. Lalu, apa tandanya jika merasa sakit di perut bagian kanan bawah? Umumnya, gejala ini bisa terjadi karena menderita peradangan apendiks atau usus buntu. Apabila merasakan gejala ini, Anda bisa segera melakukan diagnosis usus buntu untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab dari gejala yang dialami. Anda juga mendapatkan proses penanganan medis yang tepat, sebelum kondisinya semakin parah.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Related image

Gejala yang timbul berupa rasa nyeri di perut bagian kanan bawah merupakan pertanda khas atau mendasar dari adanya peradangan di apendiks. Gejala yang paling mendasar ini juga disertai dengan gejala lainnya. Penyakit usus buntu atau apendisitis ini terjadi karena adanya peradangan di apendiks yang merangsang timbulnya rasa nyeri di perut bagian kanan bawah, di mana letak apendiks adalah di bagian usus kanan bawah.

Mengetahui setiap gejala dari apendisitis ini sangat penting dilakukan karena jika tidak disadari, penanganannya juga akan terlambat. Efeknya, peradangannya bisa semakin parah dengan infeksi yang menyebar dan bisa menyebabkan pembusukan dan pecahnya apendiks. Jika hal ini terjadi, efek dari infeksi tersebut bisa mengancam nyawa.

Untuk menghindari kondisi yang membahayakan tersebut, kenali setiap gejala apendisitis lainnya yaitu mengalami demam tinggi yang bisa berkisar sampai 37 atau 38 derajat Celcius. Rasa mual dan muntah juga bisa dialami karena dipicu oleh efek peradangan yang menjadikan terganggunya saluran pencernaan serta sistem saraf. Dikutip dari hellosehat.com, sering buang air kecil juga menjadi tanda bahwa bisa jadi kandung kemih mengalami infeksi karena peradangan di apendiks sudah menyebar.

Pengenalan gejala apendisitis juga mampu membantu proses diagnosis usus buntu. Berbagai gejala yang dialami tersebut bisa diceritakan ke dokter yang menangani saat proses diagnosis. Pemaparan mengenai gejala yang dialami bisa menjadi dasar analisis diagnosis.

Metode Diagnosis Usus Buntu

Related image

Setelah mengalami rasa sakit di perut bagian bawah, seseorang pasti menjadi panik dan langsung mengaitkan dengan penyakit apendisitis. Untuk mengetahuinya secara pasti, proses diagnosis usus buntu dapat menjadi solusinya. Metode diagnosis yang dilakukan oleh dokter meliputi berbagai tes. Serangkaian tes diperlukan untuk memastikan kondisi pasien dan agar tidak salah dalam mendiagnosis suatu penyakit yang dialami pasien beserta penanganannya.

Rangkaian proses diagnosis ini meliputi tes darah, tes urin, USG atau CT scan, pemeriksaan bagian panggul, tes kehamilan, dan foto rontgen dada. Semua ini perlu dilakukan untuk melihat kondisi pasien secara detail dan memeriksa juga indikasi adanya penyakit lain yang gejalanya hampir sama. Kepastian diagnosis usus buntu akan diketahui setelah pemeriksaan fisik sekaligus tanya jawab dengan pasien terkait gejala, makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi, dan riwayat penyakit pasien atau keluarga.

Tahapan Penanganan Penderita Usus Buntu

Upaya penanganan kemudian dilakukan setelah diperoleh hasil dari diagnosis usus buntu. Jika hasilnya positif, dokter akan memberikan penanganan lanjutan. Dokter akan mempelajari kondisi peradangan yang dialami pasien, kemudian merumuskan langkah pengobatan yang tepat.

Related image

Pada kasus apendisitis ringan, pemberian obat antibiotik dapat meredakan peradangan dan bisa sembuh kembali normal tanpa operasi. Pada kasus peradangan yang sudah terbentuk abses, namun belum pecah, dokter akan memberikan antibiotik agar infeksinya tidak makin parah sampai waktu operasi dilakukan. Operasi pengangkatan usus buntu ini dikenal dengan apendektomi. Untuk kasus yang apendiks sudah pecah, terdapat penanganan kompleks berupa apendektomi sampai pembersihan infeksi di dalam perut.

Menyadari gejala dari suatu penyakit, kemudian segera memeriksakannya ke dokter merupakan langkah yang tepat. Dalam kasus peradangan apendiks ini, diharapkan penderita segera melakukan penanganan dengan cepat, sebelum kondisi infeksinya semakin parah. Diagnosis usus buntu yang dilakukan dokter dapat memastikan kondisi pasien dan dilanjutkan dengan penanganan tepat secara medis sesuai dengan kondisi pasien.

Sumber artikel:

www.alodokter.com

hellosehat.com

Sumber gambar:

www.shopback.co.id

hellosehat.com

www.klikdokter.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*